OPTIMIS DALAM KEHIDUPAN
Penulis : Margison A Blegur
Pada dasarya tidak ada kehidupan yang tidak ada masalah, tidak ada kenikmatan yang tidak ada pengorbanan. Demikian hidup, selalu ada warna dan kadang warna itu suram bahkan harus diperjuangkan agar tingkat kesuraman itu bisa lebih berwarna. Optimisme menjadikan rintangan mudah untuk dilalui, kesedihan mudah dihapuskan, dan kelemahan berubah menjadi semangat.
Optimisme adalah sesuatu yang ada dan lahir dari dalam diri. Prinsip tersebut merupakan sikap positif terhadap masalah yang sedang dihadapi. Optimisme adalah pilihan yang muncul dari pemikiran positif seseorang dalam mempersepsikan sebuah masalah tertentu. Prinsip optimisme dinegasikan dengan sikap pesimis yang berorientasi pada pikiran yang negatif. Jika optimis maka kita akan terus maju, namun jika pesimis maka yang ada ialah membuat kita akan semakin mengalami keterbelakangan.
Tekanan dalam hidup bertubi-tubiyang harus dialami seseorang serta membuatnya mengalami kondisi yang sangat frustasi. Beban pekerjaan yang berat menjadi sebab orang mengalami stres. Masalah yang tidak terselesaikan demikian dapat menjatukan seseorang. Problematika lainnya, bencana alam ataupun kematian orang terdekat juga dapat menciptakan depresi dalam diri. Hanya pada orang yang berpikir positif yang mampu mengolah tekanan hidup sehari sehingga jauh dari frustasi dan pesimistis.
Kejadian buruk dan masa lalu yang tidak mengenakan menjamdi bagian proses hidup yangb tidak dapat mereka hindari. Namun, berkat adanya optimisme, mereka mampu menggerakan dunia dalam genggaman. Optimisme melahirkan kesuksesan yang tiada lain sebagai bagian dari hidup mereka yang penuh makna.
Pada realita kehidupan, tidak dapat dipungkiri bahwa saat mereka mulai ke puncak kesuksesannya, sangat banyak masalah yang datang menghampiri kehidupan mereka dan masalah tersebutlah yang harus mereka hadapi dan tundukkan. Mereka harus berjalan di jalan yang telah mereka pilih. Banyak orang yang sekedar tahu akan keberhasilannya saja, sedangkan ratusan bahkan ribuan ketidakberhasilannya tidak dihiraukan lagi. Begitulah hasil dari pola berpikir optimisme.
Pada intinya adalah optimisme sendiri lahir dari pemikiran positif. Ia merupakan sebuah formula, paradigma, kerangka berpikir, bahkan sebuah sistem cara berpikir dalam memandang sesuatu dari sisi positif.
Saya menggunakan sebuah perumpamaan seperti buah jambu matang yang sudah membusuk, banyak orang dengan anggapan bahwa jikalau demikian buah tersebut lebih baik dibuang ke tempat sampah karena hanya akan menimbulkan bauh busuk dan berujung pada timbulnya penyakit. Namun, bagi orang yang mempunyai prinsip optimisme, maka Ia akan memanfaatkan buah jambu busuk tersebut untuk dijadikan sebagai bahan fermentasi menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tumbuhan lainnya.
Optimisme membujat orang cenderung dapat mencapai apa yang Ia inginkan. Orang pesimis adalah orang yang gagal bahkan sejak didalam pikiran. Orang optimis adalah orang yang berhasil bahkan sebelum ia memulai pekerjaan. Artinya bahwa ketika prinsip pesimis yang ada dalam pemikiran orang tersebut sebelum ia mengerjakan sesuatu yang mau ia kerjakan pasti ada sisi keraguan bahwa sesuatu tersebut tidak akan berhasil, berbanding terbalik dengan orang yang mempunyai prinsip optimisme.
Pemikiran sederhana sepertih pada sebagian besar orang yang terjebak dalam paradigma pribadi. Paradigma yang pada dasarnya jauh dari kenyataan, yakni paradigma yang dapat diracuni oleh pribadi lainnya dengan pemikiran-pemikiran yang sangat berpengaruh dan berakibat fatal, yaitu pada tingkatan stres. Pada prinsipnya orang tersebut dapat menjadikan paradigma sebagai obat pada pribadi sendiri apabila “ orang tersebut dapat memaksimalkan pemikiran atau wacana dengan prinsip-prinsip positif “.
Optimisme adalah sikap yang mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan, sederhananya sepertih ketika seseorang tersebut mengalami masalah atau kegagalan bahkan tekanan hidup, namun ketika orang tersebut pada prinsipnya mempunyai pemikiran positif maka Ia tidak akan menganggap kegagalan itu sebagai sebagai sesuatu yang sudah mengakhiri segalahnya. Tapi Ia akan dengan prinsip yang Ia miliki, akan menerima dan memeriksa sebagai bahan introspeksi dan melihat penyebab kegagalan lalu dengan tingkat optimisme yang dimiliki, maka ia akan mengubah dan memperbaiki sehingga tidak mengulang pada kesempatan yang berikut.
Lain hal dengan sesorang yang mempunyai prinsip pesimistis, maka ia akan menganggap kegagalan dari sisi ya g negatif. Langkah selanjutnya adalah ia akan mulai menyalahkan diri sendiri pada permasalahan yang terjadi. Prinsip lainnya yang ada yaitu Ia akan menganggap bahwa kegagalan merupakan suatu yang permanen, dan tidak akan dapat dirubah lagi. Beranggapan bahwa segala kemalangan, ketidakmampuan serta kesalahan yang dimiliki adalah sesuatu yang permanen, akibatnya ialah Ia menjadi pasrah terhadap apa yang terjadi dan tidak mau mengubah lagi dan lebih menyempurnakannya lagi.
Yang harus kita ketahui bersama yaitu, prinsip optimisme tidak akan muncul dengan mudahnya pada diri seseorang dan menjadi permanen, Optimisme merupakan perpaduan antara prinsip pemikiran positif dan pemikiran logis, dan merupakan sesuatu yang dihasilkan dari proses ketekunan dan proses giat serta kerja keras dalam menghasilkan prinsip tersebut. Upaya tersebut harus ada sejak dini dengan berbagai literatur (bacaan), hipotesis-hipotesis, sampai pada ketekunan dan usaha yang dilakukan dalam mencapai prinsip tersebut.
Prinsip orang yang mempunya kemauan yang tinggi atau Optimis yakni, hasil merupakan perjuangan mencapai apa yang menjadi tujuan yang bermakna serta yang akan diingat selalu. Dengan demikian prinsip optimisme dapat menghasilkan pemikiran ya ng sehat dan lebih memuaskan. Kualitas produktif dan positif dapat dihasilkan dari orang yang mempunyai prinsip pemikiran optimisme demi mendapatkan hasil yang memuaskan dan baik adanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar