Margison A Blegur, Berbicara mengenai Industri 4.0, secara tidak langsung kita melihat kebangkitan teknologi yang makin marak dan sangat berkembang pesat akibat kebutuhan yang semakin tak terduga sebagai pelengkap perkembangan massa. Jika dikaitkan dengan bumi yang sangat universal ini biasa dikatakan bahwa sangat tidak masuk diakal apabila dikaitkan antara keduanya, mengapa.??? Nah demikian yang perlu kita bahas bersama bahwa maraknya pertumbuhan teknologi tidak seiring dengan pertumbuhan kualitas sumber daya Manusia (SDM) yang seimbang untuk pemenuhan hal tersebut.
Sangat disayangkan apabila kita pandang dari sudut dunia pendidikan, maka yang akan terpempeng nyata adalah kekosongan penempatan dengan berkembangnya teknologi yang dimana tidak semua masyarakat (peserta didik) yang belum mampu memahami dan
mengerti, bahkan ada yang tidak sama sekali memahami apa itu Industri 4.0, nah dengan kasus demikian dapat kita menyimpulkan bahwa kurangnya sosialisasi oleh para peyelenggara Industri tersebut dengan masyarakat umum sehingga banyak yang tidak sama sekali tersentuh oleh apa yang dimaksudkan dengan perihal tersebut.
Saya coba menguraikan dan mencoba masuk pada wabah covid ini.
Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada
manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran
pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East
Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia
sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian
diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan
menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).
Berdasarkan apa yang menjadi pendahuluan saya pada perihal diatas, maka
sekarang kita akan masuk pada pendidikan yang dijalankan pada fase dimana
adanya tantangan Covid- 19 ini, apakah dapat berjalan dengan seimbang antara
kebutuhan dan ketercapaian ataukah adanya kesenjangan antara kedua hal
tersebut. Nah dalam menjawabnya kita akan langsung pada pembahasan yang dimana
dapat kita lihat pada perkembangan dunia yang semakin hati semakin berkembang,
bahkan segala sesuatu tidak ada yang susah untuk dicari atau yang perlu
diketahui, contohnya seperti kesulitan dalam menentukan atau mencari alamat
seseorang yang ingin kita tuju, sekarang tinggal diakses saja lewat program
Maps, nah demikian kita tidak akan tersesat dan secara mudah kita akan
menemukan rutenya.
Saya melihat dalam sudut pandang pendididkan yang dimana banyak
pemikiran-pemikiran para peserta didik yang masih terisolasi oleh kesempatan,
mengapa demikian, karena banyak kesempatan yang masih belum bisa dipakai oleh
para peserta didik untuk mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan,
contohnya pendidikan berskala teknologi, nah hal ini yang menjadi keruwetan
bagi perkembangan daya saing anak dalam perkembangan zaman.
Apalagi ditengah maraknya Pandemi Covid ini, banyak masyarakat yang susah dalam menjalankan kestabilan hidup mereka, jangankan untuk hal yang besar kita lihat pada peluang mendapatkan kelayakan dalam porsi belajar sehat saja sudah susah, apalagi dengan adanya
perkembangan jaman ini, anak harus betul-betul dibimbing oleh orang tua
dirumah akibat adanya Protokol kesehatan yang menitikberatkan pada PSBB.
Maka anak harus secara mandiri mengusahakan nasib dirumah yang belum tahu perkembangan proses pembimbingannya. Hal diatas dapat kita lihat bahwa adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang di alamai oleh harapan pendidikan. Demikian akan sulit memprediksi pertumbuhan Sumber daya anak dalam menentukan klaster peserta didik.
Pada gambar diatas merupakan ilustrasi dari keadaan yang terjadi pada kehidupan pendidikan ditengah perkembangan globalisasi di dunia khusus Indonesia. Nah ketika kita melihat kondisi bangsa yang sedang mengalami tantangan globalisasi ini, inilah yang terjadi dan tidak bisa dipungkiri sebagaimana keadaan nyatanya, Apakah yang diharapkan oleh fungsi pendidikan itu sendiri sudah tercapai ataukah belum sama sekali, seperti yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim :
Prioritas pertama, adalah pembelajaran anak. Ia akan mengecek apakah yang diberikan oleh kementerian terserap oleh para siswa.
Kedua, struktur kelembagaan. Nadiem mengatakan struktur kelembagaan baik internal maupun eksternal badan-badan akan mendukung tujuan pembelajaran.
Ketiga, menggerakkan revolusi mental di masyarakat Keempat, pengembangan teknologi.
Dari beberapa uraian diatas sangat nampak bahwa sebenarnya pendidikan itu suatu yang sangat menjadi pioner atau suatu yang sangat penting dalam perkembangan para peserta didik, namun
yang terjadi ialah masih adanya masyarakat yang sama sekali belum mendapatkan pendidikan yang layak.
Kesempatan berikut saya berpatokan pada perkembangan jaman yang dimana lebih menuntut anak agar lebih pekah terhadap perkembangan sehingga tidak terjadinya gaptek bagi para generasi penerus bangsa, dunia semakin berkembang dan segala sesuatu sudah menggunakan teknologi, namun apakah semuanya mendapat kesempatan yang sama ranah pendidikan teknologi isdustri 4.0 ini? Ini pertanyaan dan tantangan yang harus dijawab dengan tindakan dari kita semua yakni para peduli pendidikan.
Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang dapat memanusiakan manusia’ artinya bahwa, mau bagaimanapun cara menjalankan proses pendidikan, harus bisa mewadahi kehidupan dengan penuh dengan warna yang berbeda dengan masa sebelumnya.
Tujuan pendidikan yang sesuai dengan kepentingan nasional telah dicatat
dalam UU Nomor 2 tahun 1989. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah ”Mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusa yang beriman dan
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki
pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang
mantab dan mandiri, serta rasa tnggung jawab kemasayarakatan dan kebangasaan.”
https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fawsimages.detik.net.id%2Fcommun
ity%2Fmedia%2Fvisual%2F2019%2F09%2F09%2F17758db8-55c9-4da4-9352-
be6df284fe1f_169.jpeg%3Fw%3D700%26q%3D90&imgrefurl=https%3A%2F%2Fnews.detik.com
%2Fberita%2Fd-4698631%2Fdi-rumah-singgah-gelap-gulita-anak-pedalaman-rintis-mimpi-jadi-
guru&tbnid=qvVVgCuz0UkEjM&vet=12ahUKEwjR_IuUq4vtAhUDXX0KHRLJCNQQMygeegUIARD
nDDgBM&w=700&h=393&q=gambar%20prestasi%20belajar%20anak%20pedalaman&safe=stri
ct&client=opera&ved=2ahUKEwjR_IuUq4vtAhUDXX0KHRLJCNQQMygeegUIARDNAQ
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fcdn0-production-images-
kly.akamaized.net%2FUvbaMJDs4LS7IzhGGw87kqOPR7A%3D%2F673x379%2Fsmart%2Ffilters%
3Aquality(75)%3Astrip_icc()%3Aformat(jpeg)%2Fkly-media-
production%2Fmedias%2F2224388%2Foriginal%2F090279700_1527054915-
revolusi_industri.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Ftekno%2Fread%2F35
35840%2Fsiapkah-indonesia-menghadapi-revolusi-industri-40-di-era-digital&tbnid=8x0f0r60-
8SovM&vet=12ahUKEwjerLnaqYvtAhVShUsFHVnHDWkQMygBegQIARB7..i&docid=2K8Ho4SNA6
BZIM&w=673&h=379&q=gambar%20Industri%204.0&safe=strict&client=opera&ved=2ahUKEwj
erLnaqYvtAhVShUsFHVnHDWkQMygBegQIARB7
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fimage-
cdn.medkomtek.com%2FSXwRwf3RzsGv-
kzP39f4jCgmng0%3D%2F673x373%2Fsmart%2Fklikdokter-media-
buckets%2Fmedias%2F2318722%2Foriginal%2F001812900_1599537937-Penyebab-Virus-
shutterstock_1682648152.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.klikdokter.com%2Fpenyakit%
2Fcoronavirus&tbnid=_Ia3qMQkA_mN8M&vet=12ahUKEwiu77LIrovtAhVRUnwKHQU3DnYQMy
gcegUIARCzAQ..i&docid=akj3vBOJ9Ad7eM&w=673&h=373&q=gambar%20corona&safe=strict&
client=opera&ved=2ahUKEwiu77LIrovtAhVRUnwKHQU3DnYQMygcegUIARCzAQ
https://nasional.tempo.co/read/1266691/4-prioritas-menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-nadiem-makarim/full&view=ok

