Kamis, 19 November 2020

PEMBELAJARAN DI ERA INDUSTRI 4.0 DITENGAH COVID-19

 




Margison A Blegur, Berbicara mengenai Industri 4.0, secara tidak langsung kita melihat kebangkitan teknologi yang makin marak dan sangat berkembang pesat akibat kebutuhan yang semakin tak terduga sebagai pelengkap perkembangan massa. Jika dikaitkan dengan bumi yang sangat universal ini biasa dikatakan bahwa sangat tidak masuk diakal apabila dikaitkan antara keduanya, mengapa.??? Nah demikian yang perlu kita bahas bersama bahwa maraknya pertumbuhan teknologi tidak seiring dengan pertumbuhan kualitas sumber daya Manusia (SDM) yang seimbang untuk pemenuhan hal tersebut.

Sangat disayangkan apabila kita pandang dari sudut dunia pendidikan, maka yang akan terpempeng nyata adalah kekosongan penempatan dengan berkembangnya teknologi yang dimana tidak semua masyarakat (peserta didik) yang belum mampu memahami dan


mengerti, bahkan ada yang tidak sama sekali memahami apa itu Industri 4.0, nah dengan kasus demikian dapat kita menyimpulkan bahwa kurangnya sosialisasi oleh para peyelenggara Industri tersebut dengan masyarakat umum sehingga banyak yang tidak sama sekali tersentuh oleh apa yang dimaksudkan dengan perihal tersebut.

Saya coba menguraikan dan mencoba masuk pada wabah covid ini. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).


Berdasarkan apa yang menjadi pendahuluan saya pada perihal diatas, maka sekarang kita akan masuk pada pendidikan yang dijalankan pada fase dimana adanya tantangan Covid- 19 ini, apakah dapat berjalan dengan seimbang antara kebutuhan dan ketercapaian ataukah adanya kesenjangan antara kedua hal tersebut. Nah dalam menjawabnya kita akan langsung pada pembahasan yang dimana dapat kita lihat pada perkembangan dunia yang semakin hati semakin berkembang, bahkan segala sesuatu tidak ada yang susah untuk dicari atau yang perlu diketahui, contohnya seperti kesulitan dalam menentukan atau mencari alamat seseorang yang ingin kita tuju, sekarang tinggal diakses saja lewat program Maps, nah demikian kita tidak akan tersesat dan secara mudah kita akan menemukan rutenya.

 

Saya melihat dalam sudut pandang pendididkan yang dimana banyak pemikiran-pemikiran para peserta didik yang masih terisolasi oleh kesempatan, mengapa demikian, karena banyak kesempatan yang masih belum bisa dipakai oleh para peserta didik untuk mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan, contohnya pendidikan berskala teknologi, nah hal ini yang menjadi keruwetan bagi perkembangan daya saing anak dalam perkembangan zaman.

 

Apalagi ditengah maraknya Pandemi Covid ini, banyak masyarakat yang susah dalam menjalankan kestabilan hidup mereka, jangankan untuk hal yang besar kita lihat pada peluang mendapatkan kelayakan dalam porsi belajar sehat saja sudah susah, apalagi dengan adanya

 

perkembangan jaman ini, anak harus betul-betul dibimbing oleh orang tua dirumah akibat adanya Protokol kesehatan yang menitikberatkan pada PSBB.


Maka anak harus secara mandiri mengusahakan nasib dirumah yang belum tahu perkembangan proses pembimbingannya. Hal diatas dapat kita lihat bahwa adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang di alamai oleh harapan pendidikan. Demikian akan sulit memprediksi pertumbuhan Sumber daya anak dalam menentukan klaster peserta didik.

Pada gambar diatas merupakan ilustrasi dari keadaan yang terjadi pada kehidupan pendidikan ditengah perkembangan globalisasi di dunia khusus Indonesia. Nah ketika kita melihat kondisi bangsa yang sedang mengalami tantangan globalisasi ini, inilah yang terjadi dan tidak bisa dipungkiri sebagaimana keadaan nyatanya, Apakah yang diharapkan oleh fungsi pendidikan itu sendiri sudah tercapai ataukah belum sama sekali, seperti yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim :

Prioritas pertama, adalah pembelajaran anak. Ia akan mengecek apakah yang diberikan oleh kementerian terserap oleh para siswa.

Kedua, struktur kelembagaan. Nadiem mengatakan struktur kelembagaan baik internal maupun eksternal badan-badan akan mendukung tujuan pembelajaran.

Ketiga, menggerakkan revolusi mental di masyarakat Keempat, pengembangan teknologi.

Dari beberapa uraian diatas sangat nampak bahwa sebenarnya pendidikan itu suatu yang sangat menjadi pioner atau suatu yang sangat penting dalam perkembangan para peserta didik, namun

yang terjadi ialah masih adanya masyarakat yang sama sekali belum mendapatkan pendidikan yang layak.

Kesempatan berikut saya berpatokan pada perkembangan jaman yang dimana lebih menuntut anak agar lebih pekah terhadap perkembangan sehingga tidak terjadinya gaptek bagi para generasi penerus bangsa, dunia semakin berkembang dan segala sesuatu sudah menggunakan teknologi, namun apakah semuanya mendapat kesempatan yang sama ranah pendidikan teknologi isdustri 4.0 ini? Ini pertanyaan dan tantangan yang harus dijawab dengan tindakan dari kita semua yakni para peduli pendidikan.

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang dapat memanusiakan manusia’ artinya bahwa, mau bagaimanapun cara menjalankan proses pendidikan, harus bisa mewadahi kehidupan dengan penuh dengan warna yang berbeda dengan masa sebelumnya.

Tujuan pendidikan yang sesuai dengan kepentingan nasional telah dicatat dalam UU Nomor 2 tahun 1989. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah ”Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusa yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantab dan mandiri, serta rasa tnggung jawab kemasayarakatan dan kebangasaan.”


REFERENSI

 

https://stoppneumonia.id/informasi-tentang-virus-corona-novel-coronavirus/

 

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fawsimages.detik.net.id%2Fcommun

 

ity%2Fmedia%2Fvisual%2F2019%2F09%2F09%2F17758db8-55c9-4da4-9352-

 

be6df284fe1f_169.jpeg%3Fw%3D700%26q%3D90&imgrefurl=https%3A%2F%2Fnews.detik.com

 

%2Fberita%2Fd-4698631%2Fdi-rumah-singgah-gelap-gulita-anak-pedalaman-rintis-mimpi-jadi-

 

guru&tbnid=qvVVgCuz0UkEjM&vet=12ahUKEwjR_IuUq4vtAhUDXX0KHRLJCNQQMygeegUIARD

 

NAQ..i&docid=ZmuQYos-

 

nDDgBM&w=700&h=393&q=gambar%20prestasi%20belajar%20anak%20pedalaman&safe=stri

 

ct&client=opera&ved=2ahUKEwjR_IuUq4vtAhUDXX0KHRLJCNQQMygeegUIARDNAQ

 

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fcdn0-production-images-

 

kly.akamaized.net%2FUvbaMJDs4LS7IzhGGw87kqOPR7A%3D%2F673x379%2Fsmart%2Ffilters%

 

3Aquality(75)%3Astrip_icc()%3Aformat(jpeg)%2Fkly-media-

 

production%2Fmedias%2F2224388%2Foriginal%2F090279700_1527054915-

 

revolusi_industri.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Ftekno%2Fread%2F35

 

35840%2Fsiapkah-indonesia-menghadapi-revolusi-industri-40-di-era-digital&tbnid=8x0f0r60-

 

8SovM&vet=12ahUKEwjerLnaqYvtAhVShUsFHVnHDWkQMygBegQIARB7..i&docid=2K8Ho4SNA6

 

BZIM&w=673&h=379&q=gambar%20Industri%204.0&safe=strict&client=opera&ved=2ahUKEwj

 

erLnaqYvtAhVShUsFHVnHDWkQMygBegQIARB7

 

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fimage-

 

cdn.medkomtek.com%2FSXwRwf3RzsGv-

 

kzP39f4jCgmng0%3D%2F673x373%2Fsmart%2Fklikdokter-media-

 

buckets%2Fmedias%2F2318722%2Foriginal%2F001812900_1599537937-Penyebab-Virus-

 

Corona-

 

shutterstock_1682648152.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.klikdokter.com%2Fpenyakit%

 

2Fcoronavirus&tbnid=_Ia3qMQkA_mN8M&vet=12ahUKEwiu77LIrovtAhVRUnwKHQU3DnYQMy

 

gcegUIARCzAQ..i&docid=akj3vBOJ9Ad7eM&w=673&h=373&q=gambar%20corona&safe=strict&

 

client=opera&ved=2ahUKEwiu77LIrovtAhVRUnwKHQU3DnYQMygcegUIARCzAQ

 

https://nasional.tempo.co/read/1266691/4-prioritas-menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-nadiem-makarim/full&view=ok

 

http://sosiologis.com/fungsi-pendidikan

Rabu, 28 Oktober 2020

OPTIMIS DALAM KEHIDUPAN

          OPTIMIS DALAM KEHIDUPAN 

            Penulis : Margison A Blegur


        Pada dasarya tidak ada kehidupan yang tidak ada masalah, tidak ada kenikmatan yang tidak ada pengorbanan. Demikian hidup, selalu ada warna dan kadang warna itu suram bahkan harus diperjuangkan agar tingkat kesuraman itu bisa lebih berwarna. Optimisme menjadikan rintangan mudah untuk dilalui, kesedihan mudah dihapuskan, dan kelemahan berubah menjadi semangat. 

         Optimisme adalah sesuatu yang ada dan lahir dari dalam diri. Prinsip tersebut  merupakan sikap positif terhadap masalah yang sedang dihadapi. Optimisme adalah pilihan yang muncul dari pemikiran positif seseorang dalam mempersepsikan sebuah masalah tertentu. Prinsip optimisme dinegasikan dengan sikap pesimis yang berorientasi pada pikiran yang negatif. Jika optimis maka kita akan terus maju, namun jika pesimis maka yang ada ialah membuat kita akan semakin mengalami keterbelakangan. 

          Tekanan dalam hidup bertubi-tubiyang harus dialami seseorang serta membuatnya mengalami kondisi yang sangat frustasi. Beban pekerjaan yang berat menjadi sebab orang mengalami stres. Masalah yang tidak terselesaikan demikian dapat menjatukan seseorang. Problematika lainnya, bencana alam ataupun kematian orang terdekat juga dapat menciptakan depresi dalam diri. Hanya pada orang yang berpikir  positif yang mampu mengolah tekanan hidup sehari sehingga jauh dari frustasi dan pesimistis.

          Kejadian buruk dan masa lalu yang tidak mengenakan menjamdi bagian proses hidup yangb tidak dapat mereka hindari. Namun, berkat adanya optimisme, mereka mampu menggerakan dunia dalam genggaman. Optimisme melahirkan kesuksesan yang tiada lain sebagai bagian dari  hidup mereka yang penuh makna.

         Pada realita kehidupan, tidak dapat dipungkiri bahwa saat mereka mulai ke puncak kesuksesannya, sangat banyak masalah yang datang menghampiri kehidupan mereka dan masalah tersebutlah yang harus mereka hadapi dan tundukkan. Mereka harus berjalan di jalan yang telah mereka pilih. Banyak orang yang sekedar tahu akan keberhasilannya saja, sedangkan ratusan bahkan ribuan ketidakberhasilannya tidak dihiraukan lagi. Begitulah hasil dari pola berpikir optimisme. 

          Pada intinya adalah optimisme sendiri lahir dari pemikiran positif. Ia merupakan sebuah formula, paradigma, kerangka berpikir, bahkan sebuah sistem cara berpikir dalam memandang sesuatu dari sisi positif. 

        Saya menggunakan sebuah perumpamaan seperti buah jambu matang yang sudah membusuk, banyak orang dengan anggapan bahwa jikalau demikian buah tersebut lebih baik dibuang ke tempat sampah karena hanya akan menimbulkan bauh busuk dan berujung pada timbulnya penyakit. Namun, bagi orang yang mempunyai prinsip optimisme, maka Ia akan memanfaatkan buah jambu busuk tersebut untuk dijadikan sebagai bahan fermentasi menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tumbuhan lainnya. 

          Optimisme membujat orang cenderung dapat mencapai apa yang Ia inginkan. Orang pesimis adalah orang yang gagal bahkan sejak didalam pikiran. Orang optimis adalah orang yang berhasil bahkan sebelum ia memulai pekerjaan. Artinya bahwa ketika prinsip pesimis yang ada dalam pemikiran orang tersebut sebelum ia mengerjakan sesuatu yang mau ia kerjakan pasti ada sisi keraguan bahwa sesuatu tersebut tidak akan berhasil, berbanding terbalik dengan orang yang mempunyai prinsip optimisme.

          Pemikiran sederhana sepertih pada sebagian besar orang yang terjebak dalam paradigma pribadi. Paradigma yang pada dasarnya jauh dari kenyataan, yakni paradigma yang dapat diracuni oleh pribadi lainnya dengan pemikiran-pemikiran yang sangat berpengaruh dan berakibat fatal, yaitu pada tingkatan stres. Pada prinsipnya orang tersebut dapat menjadikan paradigma sebagai obat pada pribadi sendiri apabila “ orang tersebut dapat memaksimalkan pemikiran atau wacana dengan prinsip-prinsip positif “.

        Optimisme adalah sikap yang mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan, sederhananya sepertih ketika seseorang tersebut mengalami masalah atau kegagalan bahkan tekanan hidup, namun ketika orang tersebut pada prinsipnya mempunyai pemikiran positif maka Ia tidak akan menganggap kegagalan itu sebagai sebagai sesuatu yang sudah mengakhiri segalahnya. Tapi Ia akan dengan prinsip yang Ia miliki, akan menerima dan memeriksa sebagai bahan introspeksi dan melihat penyebab kegagalan lalu dengan tingkat optimisme yang dimiliki, maka ia akan mengubah dan memperbaiki sehingga tidak mengulang pada kesempatan yang berikut.

        Lain hal dengan sesorang yang mempunyai prinsip pesimistis, maka ia akan menganggap kegagalan dari sisi ya g negatif. Langkah selanjutnya adalah ia akan mulai menyalahkan diri sendiri pada permasalahan yang terjadi. Prinsip lainnya yang ada yaitu Ia akan menganggap bahwa kegagalan merupakan suatu yang permanen, dan tidak akan dapat dirubah lagi. Beranggapan bahwa segala kemalangan, ketidakmampuan serta kesalahan yang dimiliki adalah sesuatu yang permanen, akibatnya ialah Ia menjadi pasrah terhadap apa yang terjadi dan tidak mau mengubah lagi dan lebih menyempurnakannya lagi.

       Yang harus kita ketahui bersama yaitu, prinsip optimisme tidak akan muncul dengan mudahnya pada diri seseorang dan menjadi permanen, Optimisme merupakan perpaduan antara prinsip pemikiran positif dan pemikiran logis, dan merupakan sesuatu yang dihasilkan dari proses ketekunan dan proses giat serta kerja keras dalam menghasilkan prinsip tersebut. Upaya tersebut harus ada sejak dini dengan berbagai literatur (bacaan), hipotesis-hipotesis, sampai pada ketekunan dan usaha yang dilakukan dalam mencapai prinsip tersebut.

       Prinsip orang yang mempunya kemauan yang tinggi atau Optimis yakni, hasil merupakan perjuangan mencapai apa yang menjadi tujuan yang bermakna serta yang akan diingat selalu. Dengan demikian prinsip optimisme dapat menghasilkan pemikiran ya ng sehat dan lebih memuaskan. Kualitas produktif dan positif dapat dihasilkan dari orang yang mempunyai prinsip pemikiran optimisme demi mendapatkan hasil yang memuaskan dan baik adanya. 

Minggu, 04 Agustus 2019


Pentingnya Pendidikan Pembangunan Karakter

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat berperan penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.

Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang belum terlalu mengspesifik atau mengajarkan pada pengembangan Karakter siswa, sehingga masih banyak siswa yang masih lemah dalam hal karakter atau etika dalam kehidupan sehari-hari.
 
Di dalam buku Prisip dasar Pendidikan Karakter (Dr. Marzuki, M.Ag.) pendidikan merupakan proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, dan berakhlak. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menegaskan, “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakhwa kjepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga Negarayang demokratis serta bertanggung jawab “ (Pasal 3) Pendidikan Nasional mengemban misi yang tidak ringan, yakni membangun manusia yang utuh dan paripurna yang memiliki nilai-nilai karakter yang agung disamping juga harus memiliki kaimanan dan ketakwaan. Karena itulah Pendidikan menjadi Ia agent of change yang harus mampu melakukan perbaikan karakter bangsa.

Banyak pilarkarakter yang harus kita tanamkan kepada anak – anak penerus bangsa, diantaranya adalah kejujuran, yahhh kejujuran adalah hal yang paling pertama harus kita tanamkan pada diri kita maupun anak – anak penerus bangsa karena kejujuran adalah benteng dari semuanya, Demikian juga ada pilarkarakter tentang keadilan, karena  seperti yang dapat kita lihat banyak sekali ketidakadilan khususnya di Negara ini. Selain itu harus ditanamkan juga pilarkarakter seperti rasa hormat. Hormat kepada siapapun itu, contohnya adik kelas mempunyai rasa hormat kepada kakaknya dan kakak pun menyayangi adik – adiknya, begitu juga dengan teman seangkatan rasa saling menghargai harus ada dalam diri setiap murid -  murid agar terciptanya dunia pendidikan yang tidak ramai akan perselisihan yang akhirnya berujung tawuran.

Sekarang mulai banyak sekolah – sekolah di Indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter  menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut. Mereka diajarkan bagaimana cara bersifat terhadap orang tua, guru –guru ataupun lingkungan tempat hidup.

Mudah – mudahan dengan diterapkannnya pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak –anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa. Bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya. Dan makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab. Walaupun mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu ajarkanlah kepada anak bangsa pendidikan karakter sejak saat ini.

Kualitas dan kapasitas kita dibutuhkan dalam mencapai suatu tujuan, oleh sebab itu maka kita sebagai pendidik dituntut bagaimana caranya agar karakter yang diharapkan dapat diteladankan kepada semua kalangan terutama yang menjadi fokus utama yaitu anak didik atau peserta didik tersebut.



Hormat saya


Margison A Blegur, S.Pd